Kementrian pendidikan dan kebudayaan dalam Sufairoh (2016) Pendekatan pembelajaran adalah serangkaian tindakan pembelajaran yang dilandasi oleh prinsip dasar tertentu (Filosofis, Psikologis, Didaktif, dan Ekologis) yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran tertentu.
Menurut Nur dalam putra (2013:12)
Pendekatan scientific merupakan pendekatan pembelajaran dimana peserta didik
diajak untuk melakukan proses pencairan pengetahuan berkenaan dengan materi
pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh
para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah yang artinya
peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun
konsep, dan nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya.
Menurut Irwandi dalam Ine (2012)
pendekatan saintifik merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis
kontekstual, pengetahuan, keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan
hasil mengingat seperangkat fakta tetapi merupakan hasil menemukan sendiri.
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik
adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk
mengidentifikasi masalah yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan dan
merumuskan hipotesis, mengumpulkan data atau informasi dengan berbagai
teknik, mengolah atau menganalisis data
atau informasi dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang
terdiri dari kesimpulan dan juga temuan lain diluar rumusan masalah untuk
memperoleh keterampilan dan sikap (mencipta) (Permatasari,2014:12).
Dari beberapa pendapat diatas dapat
disimpulkan bahwa pendekatan scientific merupakan pendekatan pembelajaran yang
dilakukan untuk peserta didik berkenaan dengan pengetahuan dan materi pelajaran
yang berbasis kontekstual, pengetahuan, keterampilan yang diperoleh dan
nilai-nilai baru yang diperlukan untuk kehidupannya. serta kegiatan
pembelajaran untuk mengamati, merumuskan pertanyaan, merumuskan hipotesis,
mengumpulkan data, mengolah dan menarik kesimpulan.
Penerapan pendekatan saintifik ini
dilakukan dalam proses pembelajaran untuk membangun pengetahuan peserta didik
agar ketika setiap proses pembelajaran peserta didik terlihat lebih aktif dalam
belajar serta dapat mengembangkan pemikiran nya sendiri. Adapun salah satu
tujuan dari pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini adalah peserta didik
mampu menyelesaikan masalah secara sistematik dan kemampuan berpikir dalam
mengkomunikasikan ide-ide.
Secara Istilah pengertian dari
pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa
agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui
tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah),
merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data
dengan berbagai teknik, meng-analisis data, menarik kesimpulan dan
mengomunikasikan konsep, hukum atauprinsip yang “ditemukan”. (Sufairoh,
2016:120:122)
Proses pembelajaran yang mengacu pada
pendekatan saintifik menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2016)
meliputi lima langkah, yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan data,
mengasosiasi, dan mengkomu-nikasikan. Selanjutnya dijelaskan sebagai berikut:
Mengamati, yaitu kegiatan siswa mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca,
menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu
objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara
lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, table dan grafik data,
menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan
internet maupun sumber lain. Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati
adalah siswa dapat mengidentifikasi masalah.
Menanya,
yaitu kegiatan siswa mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan
dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya,
siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum
diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru, narasumber, siswa
lainnya dan atau kepada diri sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat
mandiri dan menjadi kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan
tulisan serta harus dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan
gembira. Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil
belajar dari kegiatanmenanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan
merumuskan hipotesis.
Mengumpulkan
data, yaitu kegiatan siswa mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan
disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara membaca
buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen),
wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan
mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
Mengasosiasi,
yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan
pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara
lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan
menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data
sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat
tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa
menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang
telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau
ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema
kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Hasil belajar dari
kegiatan menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat menyim-pulkan hasil kajian
dari hipotesis.
Mengomunikasikan,
yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari
kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi
yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk
diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi
sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi. Hasil belajar dari
kegiatan mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan mempertanggung
jawabkan pembuktian hipotesis.